Sebagian mereka mencoba untuk saling meniadakan antara yang satu dengan lainnya yang terbagi menjadi segolongan yang memaksakan bahwa sendok dapat meniadakan garpu dan satu golongan lain yang meyakini bahwa Tuhan pro-garpu dan menentang sendok.
Sisanya
adalah sekumpulan para teolog yang menawarkan hipotesa bahwa
sendok dan garpu adalah dua pemahaman yang tidak layak di compare.
Mereka mengajakku untuk menggunakan sendok atau garpu sesuai "keadaan"
yang tepat, atau menggunakan keduanya secara bersamaan dengan porsi
(ukuran) berimbang sesuai tujuannya untuk berusaha memahami The Law of
The Universe serta mendekatkan antara ideal (impian) dengan realita (kenyataan); meminimalisir jarak antara panggang dengan api.
Meningkatkan
pengetahuan serta mengaplikasikannya secara terus-menerus -- baik
secara rasional (kecerdasan barat) maupun intuitif (kecerdasan timur) --
merupakan salah satu upaya Sunatullaah/GOD's General Coding dalam memperluas wilayah free-will/iradah/kehendak manusia.
Sedangkan do'a adalah upaya melibatkan Inayatullaah/Tangan-Tangan Tuhan terhadap
hal-hal di luar "jatah kemampuan serta kesempatan" manusia yang telah
di tentukan-Nya -- baik upaya membujuk Tuhan agar Ia memperturutkan
harapan pribadi/keegoisan dalam menentukan apa yang terbaik bagi diri-nya menurut-nya, ataupun upaya menyerahkan kepada Tuhan apa yang terbaik bagi diri-nya menurut-Nya (Pengetahuan Tuhan), atau tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni memasrahkan kepada-Nya apa yang terbaik bagi-Nya Menurut-Nya (Keridhaan Tuhan).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar