Rabu, 26 November 2014

AKU MELUNIS…

Kegembiraan identik dengan kebersamaan. Kesedihan identik dengan ketersendirian.

Begitulah hukum sosial. Lebih tepat sih disebut "hukuman sosial". Hal tsb ternyata berlaku universal; ragam budaya, etnis, negara, sejak masa lampau-kini-dan akan datang.

Mencurahkan kesedihan pada momen-momen kebersamaan, siap-siaplah dianggap lebay. Meledakkan kegembiraan ketika sedang sendirian, maka cermin pun menganggap kita sinting.

Tapi itulah hukum(an) tak tertulis umat manusia sbg makhluk sosial.

Aku membatin; apakah ini memang rancangan Tuhan atau semata-mata mrpkan kegersangan peradaban yang sebagian besar membelakangi hak-hak spiritual ketika bersujud menghadap kiblat material sbg kewajiban ?

Aku melunis.... dmei mmeerdeakakn jiaw adn fiikran ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar